blog-indonesia.com

Sabtu, 22 Agustus 2009

Shaum dan Sahur

Shaum (puasa) dan Sahur

Sebelum kita melaksanakan shaum (puasa) kita melakukan sahur dahulu, yaitu makan dan minum seperlunya sebagai persiapan melakukan shaum.

Allah swt. Berfirman:

" ...., dan makan-minumlah hingga tampak bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Q.S. Al-Baqarahb187)

Makan sahur merupakan tuntunan bagi orang-orang yang bershaum. Hal ini dijelaskan dalam hadis: "Bersahurlah kamu karena makan sahur itu mengandung berkah." (Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Cara bersahur yang baik ialah mengakhirkannya, yaitu dilakukn saat mendekati waktu shaum, seperti yang biasa dilakukan Rasullullah saw.

Terbit fajar adalah saat dimulainya shaum, yaitu sebelum adzan subuh. Shaum diakhiri jika matahari sudah terbenam.

Rasullullah bersabda: "Apabila malam sudah hampir tiba, hari sudah hampir habis dan matahari sudah terbenam, maka itulah saatnya berbuka puasa." (Hadis Riwayat Bukhari-Muslim ).

Berbuka yang baik adalah dengan menyegerakannya. Artinya jika tiba saat berbuka tidak ada alasan apapun yang dibenarkan untuk terus bershaum. Cara yang baik dalam berbuka puasa adalah dimulai dengan minum seperlunya dan makan makanan yang manis-manis , terutama buah-buahan.

Setelah berbuka puasa barulah kita melakukan shalat magrib dan setelah itu barulah kita makan.

(Disadur dari: "Mutiara Ramadhan" oleh Majis Ulama Indionesia Jawa Barat. Penerbit PT Widyawacana Prima, 1997.)



Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

Senin, 10 Agustus 2009

Puasa itu waib hukumnya

Puasa itu wajib hukumnya

Yaitu wajib bagi yang :

1. muslim,

2. sudah balig,

3. berakal atau waras,

4. suci dari haid atau nifas dan

5. tidak sedang dalam perjalanan jauh.


Adapun perintah puasa itu tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 183, 184 dan 185 seperti yang tertera di bawah ini:

1. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Al Baqarah : 183)

2. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al Baqarah: 184)

3. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al Baqrah 185).

_____________

Bagi pengunjung blog Serba-serbi MemSakri ini kami ucapkan selamat menunaikan ibadah syaum. Semoga ibadah Anda itu diterima Allah swt. Amiin.

Selasa, 30 Juni 2009

Termometer Jadul


25. Termometer JADUL

Termometer. Siapakah saat ini yang tidak mengetahui termometer ini. Bahkan di rumah-rumah, terutama yang mempunyai banyak anak, hampir pasti ada termometer. Ia adalah alat kecil mungil utuk mengukur suhu badan kita, apakah suhu badan kita ini suhu badan orang sehat ataukah suhu badan orang sakit Satuan suhu (panas) badan itu dinyatakan dalam ukuran derajat.

Adalah Anders Celsius (1740) seorang ilmuwan Swedia yang menentukan satuan panas dengan derajat itu. Menurut ia air yang sedang membeku atau es yang sedang mencair panasnya 0° ( nol derajat) sedang air mendidih pada tekanan udara normal panasnya 100° (seratus derajat). Jarak dari 0° sampai 100° ia bagi menjadi 100 bagian sehingga setiap bagian menjatakan 1°.

Azas kerja termometer ialah memangfaatkan sifat benda yang pada umumya memuai bila dipanaskan, dan mengecil bila didinginkan. Pada termometer untuk mengukur panas badan manusia zat yang dipakai untuk memberi indikasi panas badan kita itu ialah air raksa. Zat ini dipakai karena sangat peka terhadap perubahan suhu dan pemuaiannya sangat teratur. Pada umumnya suhu badan manusia yang sehat ialah antara 36°C-37°C. Antara 37°C dan 40°C adalah daerah orang sakit. Oleh karena itu skala pada termometer pengukur suhu manusia hanya dari 35°C sampai dengan 42°C dengan memberi tanda khusus pada 37°C biasanya dengan warna merah.

Sebenarnya termometer pengukur panas badan manusia itu sudah ada sejak lama sekali. Sekitar tahun 1600 Galeleo (1564-1649), ilmuwan Italia telah menciptakan termometer juga. Dasar kerja dari alat ini ialah sama seperti di atas tadi, yaitu memamfaatkan sifat zat yang dapat berkembang atau memuai bila suhunya naik dan mengecil bila suhunya turun. Akan tetapi untuk keperluan ini harus dipilih zat yang perubahan volumenya itu dapat memberikan indikasi yang jelas untuk setiap perubahan suhu sekecil apapun Dalam hal ini udara adalah zat yang dapat memnuhi syarat itu dan sangat mudah diperoleh.

Alat yang dibuat Galeleo tersebut terdiri dari sebuah pipa gelas yang pada salah satu ujungnya terdapat bola gelas kira-kira sebesar telur. Mula-mula bola itu dihangatkan, sehingga udara di dalamnya memuai dan karenanya sebagian keluar. Kemudian dalam keadaan tegak ujung pipa gelas itu dicelupkan kedalam air yang terdapat dalam bejana gelas kecil yang berbentuk kendi. Bebepa saat kemudian, setelah udara dalam bola suhunya menurun hingga seperti semula, sebagian air dari bejana akan masuk sedikit ke dalam pipa. Kedudukan air dalam pipa inilah yang akan menjadi pangkal pengukuran suhu, sebagai titik nol. Kalau titik nol derajat Celcius itu tetap, sama dengan suhu es yang sedang mencair, maka titik nol Galelo tergantung pada suhu udara luar yang tidak tetap.

Bagaimana cara menggunakannya?. Bila seorang dokter akan memeriksa suhu seorang pasien, ia terlebih dahulu memasukkan bola gelas itu untuk beberapa saat kedalam mulutnya. Karena udara dalam bola gelas itu memperoleh panas dari mulutnya, ia akan memuai dan menekan air yang ada dalam pipa gelas itu sedikit kebawah. Seberapa jauh turunnya air itu ia tandai (sebagai batas suhu normalnya). Setelah itu bola gelas itu dimasukkan ke mulut pasien. Ukuran panas pasien ditentukan atau ditunjukkan oleh seberapa jauh turunnya permukaan air dalam pipa dari ukuran panas dokter sendiri.

Nah itulah termometer jadul (jaman dulu) yang berfungsi baik pada jamannya.

(Disadur dari buku : Albert J Read; Physics. A Descriptive Analysis: "Measurement of temperature").


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com