blog-indonesia.com

Kamis, 03 Februari 2011

Tanaman Pemakan Dagimg

Tanaman Karnifora
Kita tahu bahwa ada binatang-binatang yang makan tanaman, akan tetapi tidak banyak yang tahu bahwa ada tanaman-tanaman yang makan binatang. Mana mungkin, tanaman kan tidak bermulut. Tapi Tuhan Maha Kuasa untuk mengaturnya.
Tanaman itu tumbuh dengan membuat sendiri makanan kebutuhannya dari zat atau bahan yang terdapat di dalam tanah dan udara melalui proses yang disebut fotosintesa. Di dalam sel-sel daun terdapat bagian-bagian yang sangat kecil yang disebut kloroplas, tempat membuat makanan melalui fotosintesa itu. Kloroplas itu mengandung unsur hijau yang disebut klorofil (zat hijaudaun) yang menyebabkan daun berwarna hijau.
Untuk fotosintesa daun-daun itu membutuhkan air dan gas karbondioksida dari udara. Air dialirkan ke dalam daun melalui batang tanaman, rusuk tengah daun dan pembuluh. Lubang-lubang kecil pada permukaan daun yang disebut stomata memungkinkan air untuk menguap dan juga untuk keluar- masuk udara
Selama fotosintesa air (H₂O) dan karbon dioksida (CO₂) diubah menjadi glukose dan oksigen (O₂) . Glukose inilah makanan tanaman itu. Tanaman-tanaman itu tidak memerlukan semua gas oksigen yang ia buat dan sebagian dari padanya kembali ke udara.Proses ini semua bisa terlaksana karena bantuan sinar matahari. Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana tanaman-tanaman itu selalu berusaha mengarahkan permukaan daunnya ke arah datangnya sinar matahari?
Binatang-binatang juga memerlukan apa yang dibuat oleh tumbuh-tumbunhan, akan tetapi mereka tidak bisa membuatnya sendiri. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhannya itu mereka, seperti kambing, kuda, kerbau, sapi dll memakan tanaman. Binatang-binatang ini disebut herbifora. Akan tetapi binatang lain seperti kucing, anjing, macan, singa dll tidak suka makan tumbuh-tumbuhan, Maka untuk memenuhi kebutuhannya mereka ini memakan binatang pemakan tumbuh-tumbuhan. Mereka ini disebut binatang karnifora.

Tanaman karnifora
Tanaman-tanaman jenis pemakan daging ini mempunyai hijau daun sehingga untuk konsumsi zat arang dapat dipenuhinya sendiri. Akan tetapi ditempat tanaman-tanaman ini hidup biasanya terdapat kekurangan zat arang. Maka untuk memperolehnya tanaman-tanaman ini menangkap dan memakan serangga atau binatang-binatang kecil.
Tanaman-tanaman ini sangat banyak jenisnya. Diantaranya karena keindahannya, banyak yang dijadikan tanaman hias dan dipelihara dalam pot di rumah. Beberapa tanaman karnifora adalah:

Kantong semar (Pitcher plant)
Tanaman ini termasuk tanaman yang merambat. Bagian dari daun berbentuk kendi atau kantung (itulah sebabnya disebut Kantong semar) yang berwarna mencolok. Di atas lubang kantung atau kendi itu terdapat selembar daun untuk menahan air hujan tidak masuk ke dalam kantung atau kendi itu.
Tepi kantungnya mengeluarkan cairan yang rasanya manis sehingga menarik perhatian serangga-serangga.Serangga yang datang ke tepi kantung akan terpeleset masuk ke dalam kantung dan tenggelam dalam cairan yang terdapat dalam kantung itu. Binatang kecil itu diuraikan oleh kelenjar cairan yang mengandung pepsine yang mampu menguraikan putih telur dari serangga dan kemudian diisap oleh tanaman itu. Tanaman ini tersebar di kepulauan Indonesia dengan nama yang berbeda-beda. Di Jawa Barat dikenal dengan nama Sorok.
(Pepsine adalah enzim pemecah protein yang terdapat dalam getah lambung mamalia, burung, reptil dan ikan).


Sundew ( Drosera )
Sunduw ini adalah suatu tanaman kecil. Pada daun-daunnya terdapat rambut-rambut berkelenjar yang ujungnya mengeluarkan zat pelekat yang mempunyai daya pancing bagi serangga-serangga. Serangga yang menyentuh zat ini akan melekat pada zat tersebut dan rambut-rambut itu akan meliuk ke arah dalam dan menekan korbannya ke lamina (suatu lapisan tipis). Di sini zat yang mengandung pepsin yang terdapat pada serangga itu akan dipisahkan dan serangga yang tertangkap itu dicernakkan. Kemudian rambut-rambut itu akan kembali ke kedudukan semula



.Venus fly traps
Bunga-bunga ini memiliki daun-daun yang dapat mengatup dengan kuat (mengatup seperti rahang) untuk menjerat serangga-serangga, bahkan binatang-binatang kecil seperti kodok-kodok dll


Butterwort (Pinguicula)
Pada butterwort jaringan kelenjar rambutnya tidak begitu besar, akan tetapi bekerjanya sangat baik. Bila mendapat mangsa helai daunnya itu melipat ke dalam untuk menangkapnya. Daun-daunnya itu bekerja sangat efektip dan dapat memilah-milah mana mangsanya dan mana yang bukan. Daunnya itu tidak merespon akan sentuhan debu yang ditiup angin, akan tetapi jaringan rambut menjadi aktip dan merespon terhadap sentuhan lemah dari binatang-binatang yang sekecil apapun.


Pustaka: 1.Plantkunde (DR. K.B. Boedijn cs. 2.Biology: H.R. Hewer MSc. 3.The Usborne Illustrated Encyclopedia 4. Gambar: Wikipedia