Kamis, 24 September 2009
Giraf
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
Selasa, 01 September 2009
Salah Kaprah
Salah Kaprah Minal 'aidin wal faizin Mohon maaf lahir-batin Menjelang Lebaran orang orang sudah ramai berkiriman surat dengan tulisan "Minal 'aidin wal faizin" disambung dengan "Mohon maaf lahir batin". Demikian pula pada hari Lebaran dan beberapa hari sesudahnya orang-orang saling menyapa dengan ucapan itu sambil bersalaman. Sedemikian kentalnya kedua ucapan itu sehingga orang beranggapan bahwa arti "minal aidin wal faiizin" itu sama dengan "mohon maaf lahir batin". Ini sama sekali tidak benar. Arti minal 'aidin wal faizin: Minal 'aidin = termasuk orang yang merayakan Hari Raya Wal faizin = dan orang-orang yang berhasil (menang) Jadi "Minal 'aidin wal Faiizin" berarti "termasuk orang-orang yang bisa merayakan Hari Raya (Id) dan orang-orang yang berhasil (menang)" Jika hanya ini yang kita ucapkan rasanya tidak tepat, tidak berujung-pangkal. Ucapan ini seharusnya didahului oleh: "Ja'alanallahu wa iyyakum" yang artinya "semoga Allah menjadikan kami dan kalian", kemudian baru disambung dengan "minal 'aidin wal faizin". Maka ucapan seluruhnya menjadi: "Ja'alanallahu wa iyyakum minal 'aidin wal faizin". "Semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang bisa merayakan Hari Raya (Id) dan orang-orang yang berhasil (menang)" Ucapan yang lebih baik pada teman kita saat berlebaran pada hari Raya (Id) itu ialah: "Takobbalalloohu minnaa wa mingkum, syiyaa manaa wa syiyaa makum" yang artinya: "Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian syaum kami dan syaum kalian" dan boleh disambung dengan : "Mohn maaf lahir bathin", karena kalau ini tidak diucapkan rasanya kurang sreg, terasa dosa kita saabreg tidak cair. Arti 'Idul Fitri sen diri adalah: Id artinya "hari raya atau merayakan", dan Fitri artinya "berbuka puasa". Jadi idul fitri adalah "Hari raya berbuka puasa" Maaf memaafkan. Saling maaf-memaafkan sebaiknya dilakukan menjelang puasa, yaitu membersihkan diri menghadapi bulan puasa. Di kampung-kampung membersihkan diri sebelum masuk bulan puasa dilakukan kaum wanita secara salah kaprah.. Mereka secara perorangan atau rame-rame mandi dan "diangir atau kuramass". Mereka itu jadinya membersihkan badan, padahal yang seharusnya itu membersihkan diri dari dosa-dosa terhadap sesama teman sebelum melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan Di Arab mah setelah lebaran teh "lempeng' teu aya naon-naon, terus melakukan kegiatan sehari-hari seperti bisa. Tida ada pulang kampung atau mudik seperti di Indonesia dan tidak ada kumpul-kumpul keluarga-besar atau keluarga kantoran yang disertai oleh makan-makan sekenyang-kenyangnya, seolah-olah menebus kekurangan makan selama bulan puasa. Dasar Indonesia kaya akan budaya. (Acuan: "BUKU TUNTUNAN SHAUM DAN ZAKAT" diterbitkan oleh Muhammadiyah cabang Bandung) |
Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!
Sabtu, 22 Agustus 2009
Shaum dan Sahur
| Shaum (puasa) dan Sahur Sebelum kita melaksanakan shaum (puasa) kita melakukan sahur dahulu, yaitu makan dan minum seperlunya sebagai persiapan melakukan shaum. Allah swt. Berfirman: " ...., dan makan-minumlah hingga tampak bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (Q.S. Al-Baqarahb187) Makan sahur merupakan tuntunan bagi orang-orang yang bershaum. Hal ini dijelaskan dalam hadis: "Bersahurlah kamu karena makan sahur itu mengandung berkah." (Hadis Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). Cara bersahur yang baik ialah mengakhirkannya, yaitu dilakukn saat mendekati waktu shaum, seperti yang biasa dilakukan Rasullullah saw. Terbit fajar adalah saat dimulainya shaum, yaitu sebelum adzan subuh. Shaum diakhiri jika matahari sudah terbenam. Rasullullah bersabda: "Apabila malam sudah hampir tiba, hari sudah hampir habis dan matahari sudah terbenam, maka itulah saatnya berbuka puasa." (Hadis Riwayat Bukhari-Muslim ). Berbuka yang baik adalah dengan menyegerakannya. Artinya jika tiba saat berbuka tidak ada alasan apapun yang dibenarkan untuk terus bershaum. Cara yang baik dalam berbuka puasa adalah dimulai dengan minum seperlunya dan makan makanan yang manis-manis , terutama buah-buahan. Setelah berbuka puasa barulah kita melakukan shalat magrib dan setelah itu barulah kita makan. (Disadur dari: "Mutiara Ramadhan" oleh Majis Ulama Indionesia Jawa Barat. Penerbit PT Widyawacana Prima, 1997.) |
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

