blog-indonesia.com

Senin, 01 Februari 2010

Problema Ekologi


9. Problema Ekologi

Keseimbangan alamiah antara tumbuhan, hewan dan lingkungannya sering terganggu oleh ulah manusia. Polusi (pengotoran udara), pengrusakan habitat2 dan metoda pertanian yang intensif semua ini menggangu keseimbangan yang delikit antara mahlkuk hidup dan lingkungannya.

Pengrusakan hutan hujan tropik (rainforest) menyebabkan problema ekologi yang gawat, seperti kepunahan ribuan jenis margasatwa.

Para ilmuwan percaya bahwa karbon dioksida dari pembakaran hutan hujan tropik menggangu siklus karbon dan menambah pengaruh rumah kaca. Bila suatu jenis hewan menjadi langka karena polusi atau karena perburuan atau pemancingan, maka keseimbangan dalam rantai makanan akan terganggu. Jenis yang lain dalam rantai itu akan punah atau sebaliknya yaitu mungkin bertambah jumlahnya disebabkan hewan pemakannya tidak ada lagi.

Keterangan gambar: Puffin adalah burung-laut kecil yang hidup berkelompok di pesiisir yang berbatu-batu. Makanannya ialah sandeel, yaitu ikan-ikan laut yang kecil-kecil. Sekitar tahun 1980-han di Laut Utara banyak anak-anak burung puffin ini mati kelaparan, karena ikan-ikan sandeel yang menjadi makanan utamanya ini menghadapi kepunahan, karena ditangkapi manusia secara besar-besaran.

Keseimbanga di dalam alam secara teratur akan berubah-ubah disebabkan perubahan alamiah, seperti aliran udara. Akan tetapi sekarang ulah manusialah menjadi ancaman yang mengkhawatirkan terhadap kelestarian margasatwa.

(Disadur dari: THE USBORNE ILLUSTRATED ENCYCLOPEDIA)

Selasa, 19 Januari 2010

Siklus Nitrogen dan Efek Rumah Kaca

7. Siklus Netrogen
Nitrogen atau zat lemas adalah salah satu dari berbagai jenis gas yang terdapat di dalam atmosfir. Tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang membutuhkan zat yang mengandung nitrogen ini untuk membuat protein yang diperlukan tubuhnya. Tumbuh-tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat (garam asam sendawa) dari tanah dan menggunakannya untuk kelangsungan hidupnya. Binatang-binatang memperoleh nitrogen dengan jalan memakan tanaman sedang yang tidak memakan tanaman memperolehnya dengan memakan binatang-binatang lain pemakan tanaman.

Bila tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang mati maka bakteri dan jamur akan menguraikan zat tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang itu, dan nitrogen akan dilepaskan kembali ke dalam tanah dalam bentuk amonia. Di dalam tanah amonia itu diubah kembali kedalam nitrat-nitrat (garam asam sendawa). Nitrat-nitrat ini kemudian diambil kembali oleh tumbuhan-tumbuhan baru dan dengan demikan siklusnya berulang kembali.

8. Efek Rumah Kaca
Karbon dioksida yang ada di udara itu memegang peranan penting dalam memanaskan Dunia dengan menjerat panas Matahari. Inilah yang disebut efek rumah kaca, karena karbon dioksida berperan seperti kaca yang menjerat panas dalam rumah kaca.

Keterangan gambar: Kaca menahan panas untuk tidak keluar.
Karbon dioksida menahan sebagian panas untuk tidak keluar dari Dunia, sebagaimana panas yang dijerat kaca di dalam rumah kaca.

Semakin lama semakin banyak dioksida itu masuk ke udara yaitu dari sisa pembakaran-pembakaran bengsin seperti oli dan arang, dari kendaran-kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Para ilmuwan berpendapat bahwa ini bisa mengakibatkan iklim sekeliling dunia menjadi semakin panas, dan sebagian es di daerah kutub mencair. Ini yang disebut sebagai Pemanasan Global

(Disadur dari: THE USBORNE ILLUSTRATED ENCYCLOPEDIA)

Jumat, 08 Januari 2010

Siklus Air dan Siklus Karbon

5. Siklus Air

Air hujan dari langit jatuh ke bumi, ke sungai-sungai dan ke laut. Air ini pun kemudian berangsur-angsur menguap naik ke udara dan menjadi bintik-bintik kecil sebagai embun. Embun-embun ini berkumpul membentuk awan. Pada situasi tertentu awan-awan ini akan jatuh kembali ke buni sebagai hujan. Dengan demikia air itu terus menrus bolak-balik antara bumii dan udara dan peristiwa ini disebut siklus air.


6. Siklus Karbon

Karbon adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang. Ia beredar dan bersirkulasi di antara benda-benda hidup dalam berbagai bentuk yang berbeda. Tumbuh-tumbuhan mengambil gas karbon dioksida dari udara untuk digunakannya dalam membuat makanannya melalui foto sintesa. (lihat artikel Fotosintesa tgl. 9-11-09 ).



Keterangan gambar:

Tumbuhan membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesa, maka dengan demikian tumbuhan membuat makanannya dan memperoleh karbon dioksida pada siang hari. Untuk pertumbuhannya binatang menggunakan karbon dioksida juga dan memperolehnya dengan memakan tumbuhan atau binatang lain yang telah memakan tumbuhan."


Binatang pemakan tanaman (herbivora) memakan dedaunan, mengunyah dan mencernakannya dan menggunakan karbon dioksida yang ada pada tanaman itu untuk pertumbuhannya. Baik tanaman maupun binatang-binatang membakar makannanya itu di dalam badannya untuk melepaskan energi dan membuang karbon dioksida sebagai sampah. Karbon dioksida itu kembali ke udara pada saat binatang-binatang itu bernafas. Pada malam hari pada waktu tumbuh-tumbuhan tidak memproduksi makanannya melalui fotosintesa, pada waktu itulah tumbuh-tumbuhan itu mengeluarkan karbondioksida. Selain dari pada itu karbon dioksida itu dibuang ke udara saat baik binatang-binatang maupun tumbuh-tumbuhan mati dan membusuk.

Fosil minyak (fuel) seperti oli dan batu bara (coal) asalnya dari binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang telah mati dan tidak lenyap beberapa miliun tahun yang lalu. Bila ia dibakar banyak karbon dioksida yang dilepaskan ke udara.


(Disadur dari: THE USBORNE ILLUSTRATED ENCYCLOPEDIA)



Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

Jumat, 18 Desember 2009

Rantai dan Rangkaian Makanan


3. Rantai Makanan

Binatang-binatang yang hidup di suatu daerah tertentu mempunyai kebiasaan makannya. Gambar di bawah ini menunujukkan suatu mata rantai makanan dan pemakannya. Pada umumnya mata-rantai itu dimulai dengan tanaman hijau oleh karena tumbuh-tumbuhan ini dapat memproduksi makanannya sendiri melalui fotosintesa (Lihat artikel "Fotosintesa ( tgl. 9-11-'09). Kemudian berturut-turut kumbang memakan tanaman, murai memakan kumbang dan burung elang memakan murai.


Di dalam tumbuh-tumbuhan itu tersedia semua energi yang dibutuhkan oleh binatang-binatang untuk kelangsungan hidupnya, sedang binatang-binatang tidak mampu mambuat kebutuhannya sendiri seperti tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itu binatang-binatang seperti herbivora megambilnya dari tumbih-tumbuhan. Energi-energi yang telah binatang-binatang itu miliki kemudian diambil lagi olehbinatang-binatang lain yang memakan mereka, yaitu oleh hewan pemakan daging (karnivora).


4. Jaringan Makanan

Di setiap daerah terdapat banyak rantai makanan yang berkaitan satu sama lain. Rantai makanan itu berupa suatu jaringan yang rumit atau kompleks yang berupa suatu keseimbangan yang satu dengan yang lannya. Bila suatu jenis hewan mati maka seluruh jaringan makanan itu akan mengalami perubahan.

Di bawah ini adalah suatu gambaran jaringan makanan .



Keterangan gambar: Suatu jaringan makanan di hutan hujan tropik

Gambar-gambar anak panah menunjukkan aliran makanan di dalam beberapa rantai makanan.


(Disadur dari: THE USBORNE ILLUSTRATED ENCYCLOPEDIA



Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!

Selasa, 08 Desember 2009

Biome dan Ekosistem

2. Biome dan Ekosistem

Biome adalah daerah yang memiliki iklim tertentu, dengan tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya, misalnya padang pasir dan hutan hujan tropik (rainforest) yaitu hutan di daerah ekuator. Ekosistem adalah komunitas yang terdiri dari tumbuhan, hewan dan habitatnya (tempat tinggal). Maka dunia kita ini dapat dibagi-bagi kedalam biome-biome. (Lihat peta di bawah)

Padang pasir dan hutan hujan tropik, dimana hujan terjadi hampir sepanjang tahun, adalah dua biome yang sangat berbeda, oleh karenanya margasatwanya juga berbeda.

Dalam setiap biome terdapat berbagai ekosistem. Suatu ekosistem terdiri dari beberapa habitat dengan segala mahluk hidupnya masing-masing yang saling bergantung satu sama lain dan juga bergantung pada lingkungannya untuk keperluan makanannya . Ekositem itu bisa sangat kecil tapi bisa juga sangat besar atau luas, yaitu berupa suatu hutan.


Wilayah hutan hujan tropik.

Hutan hujan tropik tumbuh di wilayah yang suhunya rata-rata 24° C dengan banyak hujan yang rata-rata 400 cm per tahun. Hutan ini ada di daerah tropik yang tidak mengenal musim panas dan musim dingin. Karena tidak ada musim kering dan musim dingin hutan hujan tropik tampak selalu hijau dengan pepohonan yang tumbuh tinggi. Indonesia kita ada di wilayah hutan hujan topik ini sebagaimana tampak dalam peta di bawah ini.


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang .

Minggu, 22 November 2009

Ekologi

Ekologi
Ekologi adalah suatu kajian mengenai makh.luk dalam lingkungan hidupnya atau habitatnya. Pada ekologi ini diteliti bagaimana binatang-binatang dan tanaman-tanaman itu bergantung satu sama lain atau saling membutuhkan dan demikian pula kaitannya dengan tanah, air dan udara yang ada disekitarnya.
Unsur-unsur pokok yang dibutuhkan tumbuh-tumbuhan dan hewan, seperti oksigen, karbon dioksida dan air terus-menerus merupakan siklus teratur dan berkelanjutan antara binatang, tanaman, tanah, laut dan udara.
Dari studi tentang ekologi dapat diketahui bagaimana aktivitas-aktivitas manusia berpengaruh kepada keseimbangan antara mahluk hidup dan sekitarnya dan bagaimana margasatwa dapat dilindungi.


1. Habitat Margasatwa
Habitat adalah alam tempat hidup tumbuhan dan hewan. Setiap benda hidup menyesuaikan diri kepada kondisi habitatnya atau tempat mereka berada. Misalnya kaktus yang tumbuh di padang pasir,mempunyai batang-batang yang lunak dan menyimpan air. Batang kaktus yang berwarna hijau itu tidak berdaun tapi berduri dan dilapisi semacam lilin untuk mencegah atau mengurangi penguapan air. Bentuknya pipih tebal, bulatpanjang dan mengecil ke arah tangkai.
Tanaman dan binatang yang hidup bersama disuatu habitat disebut suatu komunitas. Di dalam komunitasnya setiap mahluk hidup memiliki tempatnya atau kedudukannya masing-masing, maka dengan demikian hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak akan berebutan untuk makanan dan tempat yang sama. Bila tidak demikian salah satu jenis akan punah atau terusir dari komunitas itu. Misalnya banyak jenis hewan yang berbeda dapat bertahan hidup pada padang rumput Afrika karena mereka itu makan bagian yang berbeda dari pohon yang sama.


Keterangan gambar
Di padang rumput Afrika jerapah dan gajah makan daun-daun dari ranting-ranting yang ada di bagian atas pohon, sedang antilop dan badak hitam dari ranting-ranting yang lebih rendah. Binatang-binatang lainnya yang lebih kecil makan rerumputan


Ada keseimbangan alamiah antara jumlah hewan dan tumbuh-tumbuhan dalam suatu daerah sehingga keduanya dapat bertahan sehingga masing-masing tidak punah .

(Disadur dari: THE USBORNE ILLUSTRATED ENCYCLOPEDIA)