blog-indonesia.com

Sabtu, 22 November 2008

Shalat itu wajib hukumnya

Shalat itu wajib hukumnya
(3)
Shalat sambil duduk.
Bila tidak dapat berdiri, shalat itu bisa dilakukan sambil duduk. Akan tetapi bapak yang ini duduk bersimpuhpun tidak bisa . Bersimpuh atau melipatkan kakinya, lututnya akan terasa sakit. Karena itu ia melaksanakan shalatnya sambil duduk diatas kursi.
Karena ia tahu bahwa shalat Jum’at itu wajib bagi laki-laki, maka ia membawa kursi ke masjid. Ia biasanya shalat Jum’at di masjid Mujahiidin di Jl. Sancang Bandung dengan membawa kursi. Untuk tidak menggangu yang lain ia memilih tempat dekat dinding. Ia adalah seorang purnawirawan ABRI dan sebelumnya teman saya di Tentara Pelajar. Namanya Karli Akbar. (Catatan: Sudah waktunya setiap pengelola masjid memikirkan hal ini dan menyediakan fasilitas kursi untuk mereka yang shalatnya harus duduk di atas kursi)

Berjamaah dalam gerbong kereta api.
Dalam tour Bandung – Bali guru-guru suatu SMAN Bandung, pagi-pagi dari Surabaya naik kereta api menuju Banyuwangi, untuk selanjutnya disambung feri ke Gilimanuk, Bali. Semuanya duduk dalam satu gerbong.
Sekitar tengah hari, waktu dzuhur tiba, salah seorang guru mengumandangkan adzan. Selesai adzan masing-masing mengambil wudu, tayamum. Setelah itu terdengar iqomah dan salah seorang guru duduk ditempat terdepan menjadi imam dan semuanya melaksanakan shatal dzuhur berjamaah dengan duduk. Kiblatnya menuruti “hulu” kareta api. Semua arah adalah kiblat Allah.
“Dan kepunyaan Allah Timur dan Barat. Kemana saja kamu menghadap (waktu shalat) di situlah wajah (keridaan) Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) dan Maha Mengetahui” (Al Baqarah 115)

Pedagang kecil yang berkeliling di kota-kota.
Sekarang ini banyak sekali pedagang keliling, tukang kupat tahu, mih baso, mih kocok, bubur ayam, lotek. atau rujak, tukang roti, sirop, cendol, dll., dll. Terlalu banyak untuk disebut satu persatu. Mereka itu berkeliling dari kampung ke kampung (dari jalan yang satu ke jalan yang lain atau dari RW ke RW). Kebanyakan dari mereka itu mempunyai rute yang dapat dikatakan tetap, dan berusaha agar menjelang waktu shalat berada disekitar tempat yang ada masjidnya. (sekarang ini masjid atau musola ada dihampr setiap RW), untuk melaksanakan shalat.
Pandangan yang cukup mengesankan adalah setiap hari Jumat. Kita akan melihat pemandangan jejeran roda-roda jualan yang di-“parkir” didekat masjid sedang pemilik-pemiliknya ada di dalam masjid mendengarkan chotbah dan selanjutnya ikut berjamaah shalat jumat Yang tidak mendapat tempat di dalam masjid akan ngampar alas diluar, diatas tanah, kadang-kadang di antara gerobag –gerobag jualannya.
Tiada alasan bagi mereka untuk tidak menunaikan kewajiban shalat Jum’at. (Mereka yang sudah biasa melaksanakan shalat) Suatu pemandangan yang akan mengesankan bila kejadian- ini diabadikan dalam bentuk foto.

Membawa peralatan shalat
Namanya mang “Anu”. Ia orang Ciparay. Pagi-pagi datang di Bandung dan sore bada ashar pulang kembali ke Ciparay. Dagangannya ialah beberapa helai serbet makan, lap pel, dan lain-lain sejenis elap-elapan. Semuanya itu “disampaykeun” pada pundaknya dan pada lengan kirinya, sedang tangannya memegang beberapa moceng. Pada pundak kanannya bergantung tas yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil, yang tampaknya berisi penuh...
Dia datang ke rumah kami menawarkan dagangannya . Setelah beberapa lama palah-pilih palah-pilih tidak juga menemukan barang yang cocok, lalu:kata istri saya:.
: “Cing buka eta tasna, kaluarkeun kabeh eusina sugan aya nu cocok” sambil menunjuk pada tas yang bergantung pada pundaknya (“Coba buka itu tas, dan keluarkan semua isinya, barangkali saja ada yang cocok”)
“Heheheh ieu mah lebetna teh baju kampret, sarung sareng sajadah” (Heheheh isinya ini cuma baju kampret, sarung dan sajadah) (Baju kampret adalah semacam baju takwa dari kain putih, tanpa kerah leher dan berlengan panjang, yang biasa dipakai waktu shalat),
Jadi selama berkeliling berdagang ia tidak lupa membawa keperluan shalat.

Shalat itu wajib hukumnya dan bagi mereka yang sudah biasa melaksanakannya, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Untuk berbagai situasi ada caran melaksanakannya. Melakukan wajib shalat itu akan terasa berat bagi mereka yang tidak terbiasa. Oleh karena itu agar merasa terbiasa hendaknya kita melatih shalat kepada anak-anak kita sejak dini sekali. Mulai dari diajak shalat-shalatan bagi anak-anak kecil sampai bersama-sama shalat berjamaah bagi anak yang sudah balig.

Kamis, 20 November 2008

Shalat itu wajib hukumnya

Shalat itu wajib hukumnya
(2)
Masjid Sukalaya.
Sukalaya adalah kampung tempat saya dilahirkan dan dibesarkan. Ia merupakan salah satu dari kampung-kampung pinggir kota Tasikmalaya disebelah barat. Tidak begitu besar. Di sebelah timur dibatasi jalan besar. Dari jalan bear ini ke batas kampung sebelah barat hanya kira-kira 500 meter dan disebelah barat kampung terhampar sawah yang luas
Masjid Sukalaya itu kecil dan letaknya kira kira di tengah-tengah kampung. Setiap subuh masjid itu disinggahi oleh mereka (pedagang-pedagang) yang bermaksud berjualan ke pasar Tasikmalaya yang letaknya tidak jauh dari kampung Sukalaya itu. Mereka itu berangkat dari kampungnya sekitar jam 3 atau jam 4 dini hari dan tiba di masjid Sukalaya pada waktu shalat subuh.
Demikian pula pada siang hari waktu dzuhur atau pada sore hari waktu ashar tidak kurang "nu ngadon sharalat teh" (bermaksud shalat); terutama para pedagang yang seharian berkeliling. Bagi mereka itu tiada alasan untuk tidak menunaikan kewajiban shalat.
Bagi mereka yang sudah biasa melakukan shalat, tidak ada istilah “tidak ada waktu atau tidak sempat karena kesibukan” atau “tidak ada masjid untuk melaksanakan shalat”. Shalat itu tidak lama dan bisa dilaksanakan dimana saja, asal tempatnya bersih dan suci.

Shalatna di mana wae.
Sebelum ada IKIP (sekarang UPI) guru-guru untuk SMA dihasilkan oleh apa yang dissebut Kursus B1 & B2. Tidak mempunyai ruang kuliah yang tetap. Jadi tempat kuliahnya selalu nebeng (karunya pisan). Di Bandung untuk jurusan fisika nebeng (ikut) di kelas-kelas Santa Alousius atau Santa Carolus (sekolah Kristen Katolik). Salah satu dosennya adalah Drs, Ir. Hasyim Soedarbo. Ia mengajar dari pagi sampai sore.
Bila waktu shalat tiba, dzuhur atau ashar, ia memberikan sesuatu yang harus dikerjakan oleh para maha siswa sendiri, misalnya sesuatu yang harus dicatat atau suatu pemecahan problema (soal). Kemudian ia pergi ke bagian belakang kelas dan melaksanakan shalat di atas koran yang ia hamparkan.
Tiada alasan untuk meninggalkan shalat wajib, kapan saja dan dimana saja

Minggu, 16 November 2008

Shalat itu wajib hukumnya

Shalat itu wajib hukumnya

(1)

“Sesungguhanya shalat itu diwajibkan bagi orang-orang yang beriman dan ditentukan waktunya” (An Nisaa’ 103} Ada aturan-aturannya sehingga memungkin dilaksanakan dalam berbagai situasi. “Tidak dapat berdiri dapat sambil duduk; tidak dapat duduk bisa sambil berbaring”. (HR Bukharie 578). dan “ Allah tidak membebani sesseorang diluar ampuannya”. (Al Baqarah 286).. Orang-orang yang bebas dari kewajiban ini ialah anak-anak yang belum balig dan orang-orang dewasa yang tidak waras. Nah apakah Anda termasuk salah satu dari yang dua ini?.

Sebelum shalat harus berwudu dengan air bersih.. Kalau tida ada air dapat bertayamum dengan tanah/pasir yang bersih.(An Nisa’ 43) Pasir/tanah ada dimamana-mana, pada dinding rumah, pada sandaran kursi, pada diding kendaraa dll.

Dalam berbagai situasipun shalat dapat dilaksanakan. Saya akan memberi gambaran pengalaman dan apa yang pernah saya lihat dan alami. Hal ini dipicu oleh kiriman keponakan saya yang megirimkan beberapa foto yang sedang melakukan shalat dalam berbagai situasi. Judulnya: YOU HAVE NO EXCUSE, terdiri dari beberpa foto yang menggambarkan orag-orang yang sedang shalat. Ada pedagan-pedagang yang sedang shalat berjamaah diantara deretan dagangannya. Puluhan orang berjejer di setasiun kereta api , memanjang sejajar dengan rel, Ada yang dibawah pengawasan orang bersenjata, ada yang di gurun sahara disamping unta, ada yang di atas dek kapal ada yag diantara puing-puing rumah sisa pengeboman dll. Kebanyakannya menggambarkan situasi di Timur Tengah.

Saya teringat apa yang pernah saya lihat di negri kita sendiri yang sebelum melihat foto-foto itu seolah-oleh hal yang biasa, tidak mengandung makna luar biasa, kejadian yang wajar. Akan tetapi setelah melihat foto-foto.yang di Timur Tengah itu kejadian-kejadian yang akan saya ceritakan ini termasuk juga luar biasa, walaupun situasinya berbeda. Yang satu mengerjakan dalam situasi ancaman musuh (situasi keseharian bagi yang sedang brperang), dan yang satu dalam kesibukan keseharian mempertahankan kehidupan sehari-hari. .

Shalat bisa di mana saja, dan dalam berbagai situasi.

Sekitar tahun 40-han saya sering “ngatrok milemburan”. Pada waktu utrak-atrok itu sering menjumpai (melihat) batu besar yang bagian atasnya rata dan bersih sekali, panjangnya kira-kira satu meteran atau lebih. Batu-batu yang demikian itu kadang-kadang ada di pinggir kali, di sisi pesawahan atau di hutan. Untuk duduk-duduk atau gogoleran (tidur-tiduran) melepas lelah enak sekali.

Kemudian diketahui bahwa batu itu tempat shalat para petani atau orang-orang yang dalam perjalanan. Bila waktu dzuhur tiba (dilihat dari bayangan matahari), mereka itu berhenti bekerja, kemudian melakukan shalat dzuhur. Demikian pula pedagang-pedagang yang ngider (berkeliling) dari kampung ke kampung menggunakan hamparan batu-batu itu untuk shalat.. Perlu diketahui pada waktu itu masjid, tajug atau musola tidak sebanyak seperti sekarang. Kadang-kadang sebelum shalat mereka itu mandi dahulu di susukan (kali atau sungai). Pada waktu itu sungai-suangai itu airnya bersih dan herang ( bening ) tidak seperti sekarang, kotor, penuh runtah dan bau.

Rasulullah SAW bersabda “Dan dimana saja kamu berada jika waktu shalat tiba, maka shalatlah (segera), karena bumi ini adalah masjid (tempat sujud) dan tanahmya suci untuk kita gunakan (tayamum) bila tidak ada air” (HR Muslim).



Kamis, 28 Agustus 2008

Perkenalan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai, selamat datang di Blog saya yang saya beri nama MemSakri. Ini adalah Blog saya yang pertama. Blog ini bersaudara dengan Blog GandSakri yang dapat Anda kunjungi dengan alamat http://gandjarsakri.blogspot.com. Blog saya akan saya isi dengan berbagai macam tulisan, khususnya yang berhubungan dengan tuntunan hidup. Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda.